HaluaNusantara – Pemandangan antrean panjang kendaraan yang biasanya mengular hingga ke jalan raya di sejumlah SPBU Pangkalpinang, Minggu (31/10) siang, terpantau lancar dan lengang.
Antrean yang mulai lancar tersebut, merupakan efek kejut dari sidak Gubernur Babel beserta jajaran, TNI Polri dan pihak terkait yang turun langsung ke 7 SPBU di Pangkalpinang beberapa hari lalu.
”Pasca sidak kemarin, antrean mulai berkurang hari ini. Kehadiran langsung pemerintah daerah itu jadi perhatian serius bagi kelancaran distribusi,” ujar pengawas SPBU yang minta namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan.
Tak hanya itu, pengawas yang tergabung dalam Himpunan Pengawas SPBU Pertamina (HPSP) Area Bangka itu, mengungkapkan kegelisahan para pengawas di lapangan.
”Di lapangan, terkadang kami memiliki kendala yang tidak bisa kami selesaikan sendiri. Kami berhadapan langsung dengan masyarakat, dengan konsumen dan tekanan. Kami butuh backup sistem pengawasan,” tambahnya.
Karena itu, HPSP Area Bangka mendorong agar sidak dan pengawasan rutin tidak hanya dilakukan saat viral atau saat antrean sudah membludak.
”Pengawasan bukan hanya tentang penindakan, tetapi juga upaya menjaga ketertiban, mencegah penyimpangan, dan memastikan pelayanan BBM berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Sinergi antara Forkopimda, Pertamina Patra Niaga, Aparat Penegak Hukum (APH), dan pengelola SPBU harus diperkuat. Dengan pengawasan bersama yang konsisten, transparan, dan berkesinambungan, kendala lapangan bisa cepat terdeteksi dan diselesaikan.
”Kalau pengawasan jalan terus, SPBU kondusif, masyarakat nyaman, kami sebagai pengawas juga akan lebih fokus lagi dalam bekerja,” pungkasnya. (JP)








