HaluaNusantara.com
SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH. Thony mengatakan Hari Aksara Internasional (HAI) yang diperingati setiap tanggal 8 September merupakan momentum untuk memberantas buta huruf dan meningkatkan kualitas literasi masyarakat di Kota Pahlawan, Jawa Timur.
“Terlebih ketika bicara aksara Jawa atau Nusantara saat ini terasa lebih asing dibandingkan dengan bahasa asing,” kata Thony, Jumat (8/9/2023).
Menurut Thony, perlu strategi penguatan Aksara Jawa atau lebih dikenal Hanacaraka untuk bisa bangun dan tetap lestari khususnya di Kota Pahlawan.
“Sebagai rujukan, kita lihat Negara Jepang yang secara turun menurun sampai era modern ini bisa melestarikan bahasa dan aksaranya mulai kanji, hiragana dan katakana,” imbuhnya.
“Jadi, kami lakukan diskusi dan sekaligus studi komparasi mengapa aksara kanji, hiragana serta katakana bisa lestari sampai saat ini di Jepang?. Sehingga kami mencoba ingin mengadopsi kemajuan kebudayaan aksara di sana (Jepang-red) melalui proses edukasi ke masyarakat,” jelas Thony.
Dari diskusi tersebut, ia mengaku jika ada strategi yang paling efektif untuk memulai membangkitkan aksara Jawa di Jawa Timur khususnya.
“Dari Balai Bahasa Jawa Timur merespons bagus, bahkan ada keinginan memfasilitasi tentang strategi kemajuan kebudayaan dengan pengenalan aksara kepada masyarakat dan pendekatan yang pas, saya rasa akan lebih baik,” jelasnya lagi.
“Tentunya kita berharap bisa menyandingkan aksara daerah Jawa dengan aksara Internasional. Dengan begitu, aksara Jawa lebih naik kelas dan tidak lagi dikenal di lingkungan daerah tapi di mata dunia,” pungkasnya. (Fry)









