IMG 20260423 WA0012
IMG 20260423 WA0012
IMG-20260423-WA0012
previous arrow
next arrow

‎Pulangnya Sang Profesor untuk Pangkalpinang

Screenshot 20261024

HaluaNusantara – Pangkalpinang selalu punya cara untuk memanggil pulang anak-anaknya. Dan pada 15 Oktober 2025, panggilan itu akhirnya terjawab.

‎Di Kantor Wali Kota Pangkalpinang, seorang pria berkumis tipis dengan kemeja safari sederhana itu dilantik. Namanya Prof. Dr. Saparudin yang lebih dikenal dengan panggilan Prof. Udin.

Dosen Matematika yang puluhan tahun mengajar, yang dua kali kalah di Pilkada, yang akhirnya pulang bukan sebagai tamu, tapi sebagai Wali Kota.
‎
‎12 April 1969. Di sebuah rumah sederhana di Pangkalpinang, lahirlah seorang anak laki-laki. Namanya Saparudin.

Tumbuh dalam kehangatan keluarga yang tidak berlimpah harta, Udin sapaan akrabnya adalah anak yang tekun. Tahun 1974, ia masuk SD N 5 Pangkalpinang. Lulus, ia lanjut ke SMP N 2 tahun 1981, lalu SMA Sriwijaya tahun 1984. Semua di kota yang sama, di tanah kelahirannya.

‎Di tahun 1987 hingga 1992, ia melenggamg ke Palembang dan menyelesaikan S1 Matematika di Universitas Sriwijaya. Gelar itu tidak membuatnya puas. Tahun 2000, ia meraih Magister Teknik Informatika di Institut Teknologi Bandung. Puncaknya, tahun 2012, ia menyandang gelar Doktor Ilmu Komputer dari Universiti Teknologi Malaysia.

Sebelum namanya ada di kertas suara, nama Prof. Udin ada di daftar absen mahasiswa.

Ia adalah seorang dosen, mengajar di Universitas Sriwijaya (1995–2018), kemudian di Magister Manajemen Universitas Pertiba (2018–2025), dan Universitas Telkom (2020–2025). Di kelas-kelas itulah ia membentuk cara berpikirnya menjadi sistematis, sabar dan tidak suka jalan pintas.

Politik menguji kesabarannya, pada Pilkada Pangkalpinang 2013, ia maju bersama Maulan Aklil (Molen), diusung partai Gerindra dan PAN. Pilkada dua putaran itu belum berpihak padanya.

Tak menyerah,di tahun 2018, ia mencoba lagi dalam kontestasi Pilkada Pangkalpinang. Kali ini bersama mantan Kadis Pendidikan Edison, diusung Gerindra dan PPP. Namun apaau dikata, lagi-lagi masyarakat Pangkalpinang belum memberi amanah padanya.

Ibarat pepatah Melayu, “jangan menyerah meski berdarah”, tepatnya di tanggal 27 Agustus 2025, Pangkalpinang menggelar Pilkada ulang. Di usia 56 tahun, Udin kembali mencalonkan diri. Kali ini ia menggandeng Dessy Ayutrisna sebagai pasangannya sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang.

‎Akhirnya, pada 16 September 2025 KPU menetapkan mereka sebagai pemenang. Dan pada 15 Oktober 2025, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani melantik mereka resmi sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang periode 2025–2030.
‎
‎Kini, sang profesor itu benar-benar pulang. Bukan lagi dengan ijazah dan teori-teori algoritma dari Malaysia dan Bandung, tapi dengan janji untuk membangun kampung halamannya sendiri.
‎
‎”Saya Pulang, bukan cuma sekedar kalimat pulang. Tapi saya pulang untuk membangun tanah kelahiran,” kata Prof. Udin singkat, Kamis (22/10) kemarin, saat dihubungi wartawan dalam uji kompetensi wartawan angkatan XII materi jejaring profile. (JP)

Tinggalkan Balasan