IMG 20260227 WA0035
IMG 20260227 WA0035
IMG-20260227-WA0035
previous arrow
next arrow

‎Soal Nomor Antrian di SPBU Aspol, Supir: Sangat Positif dan Membantu Kami

IMG 20260308 WA0050

HaluaNusantara – Aturan kupon nomor antrian di SPBU 24.331.135 (SPBU Aspol) dinilai sangat bermanfaat bagi para sopir yang hendak mengisi BBM jenis solar.

‎Santana, salah satu supir truk yang antri mengisi BBM mengatakan bahwa kupon nomor antrian tersebut sangat membantu para sopir dalam mengisi BBM.

‎”Selain wajib harus memiliki QR Code, dengan adanya aturan nomor antrian di SPBU Aspol sangat membantu saya dan teman-teman supir lainnya. Apalagi saya sebagai supir yang setiap hari membawa angkutan sembako,” kata Santana, saat diwawancarai wartawan, Senin (9/3).

‎”Jadi, pemberitaan soal aturan nomor antrian di SPBU Aspol itu sangat tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Dengan adanya nomor antrian itu, antrian mengisi BBM sangat teratur dan alhamdulillah kami tenang bekerja karena tidak takut tidak kebagian isi BBM dengan syarat wajib memiliki QR Code yang sesuai dengan kendaraan,” tambahnya.

‎Senada dengan Santana, Feter, Ketua Ikatan Keluarga Sopir Sungaiselan (IKSS), selama ini pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya aturan nomor antrian di SPBU Aspol.

‎”Nomor antrian itu merupakan kebijakan sekaligus aturan SPBU dan aturan itu sangat membantu kami para supir,” kata Feter.

‎Lebih lanjut, Feter menjelaskan sebelum adanya aturan nomor antrian, para sopir sangat was-was karena takut tidak kebagian BBM.

‎”Dulu sebelum adanya nomor antrian, kami antri dari dini hari supaya bisa kebagian BBM. Dengan adanya nomor antrian, kami bisa istirahat dengan tenang karena tidak perlu lagi khawatir tidak kebagian BBM,” papar Feter.

‎”Nomor antrian di SPBU Aspol itu sangat positif sekali, antrian kendaraan teratur setiap harinya,” tambahnya.

IMG 20260309 WA0086
Foto: Petugas Marshal SPBU Aspol saat Mengatur Antrian Kendaraan

‎Terpisah, DD salah satu petugas marshal SPBU Aspol yang mengatur antrian kendaraan mengatakan dengan adanya nomor antrian, dirinya bisa bekerja lebih fokus karena tau mana mobil yang masuk dulu untuk isi BBM dan mana mobil yang harus ikut antri.

‎”Alhamdulillah Nomor antrian ini sangat membantu kami sebagai petugas marshal. Antrian mobil rapi, teratur dan tidak ada saling serobot antar supir dalam mengantri isi BBM,” ucap DD

‎Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan SPBU Aspol membantah keras adanya pemberitaan mengusir konsumen yang hendak mengisi BBM jenis solar karena tak memiliki kupon nomor antrian.

‎Pengawas SPBU 24.331.135 (SPBU Aspol) Andi Sudrajad membantah keras pemberitaan yang menyebutkan bahwa pihaknya mengusir salah satu konsumen yang hendak mengisi BBM jenis solar karena tak memiliki nomor antrian.

‎Ditegaskan Andi, pemberitaan yang diterbitkan oleh salah satu media online tersebut tak sesuai fakta dilapangan.

‎”Kami (SPBU Aspol-red) tidak pernah mengusir konsumen, apalagi yang memiliki QR Code sebagai syarat utama mengisi BBM subsidi. SPBU kami memiliki system menegement pengaturan antrian mobil berdasarkan nomor antrian,” kata Andi saat ditemui disalah satu Rumah Sakit di Pangkalpinang, Minggu (8/3) sore.

‎”Nomor antrian itu bukan kupon sebagaimana yang dimaksud dalam pemberitaan itu, nomor antrian itu merupakan kebijakan sekaligus aturan internal SPBU kami. Hal itu bukanlah untuk mengangkangi aturan pertamina terkait QR Code. Setiap SPBU pasti memiliki aturan internalnya sendiri, untuk mengantisipasi adanya penumpukan antrian kendaraan yang hendak mengisi BBM, khususnya jenis solar,” tambah Andi. (JP)

Tinggalkan Balasan