HaluaNusantara – DPRD Bangka Belitung mengelar Rapat Paripurna dengan agenda penandatanganan persetujuan bersama Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (28/07/2025).
Rapat ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Babel Eddy Iskandar yang dihadiri langsung Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Dalam sambutannya, Eddy Iskandar mengatakan bahwa APBD merupakan instrumen vital bagi pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Melalui persetujuan bersama ini, komitmen untuk memastikan alokasi anggaran sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah serta menjawab kebutuhan masyarakat sangat ditekankan,” sambungnya.
Prioritas yang jelas telah ditetapkan, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, sebagai dasar pengembangan daerah.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memformulasikan dan memprioritaskan kegiatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.
Penandatanganan persetujuan bersama KUA dan PPAS Perubahan APBD oleh Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD dalam rapat paripurna ini menindaklanjuti Pasal 16 Ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan
Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif ditekankan sebagai hal yang sangat penting, dengan ajakan kepada semua pihak untuk bersinergi dalam pelaksanaan kebijakan ini agar semua program berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bangka Belitung.
Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, serta pelibatan masyarakat dalam proses ini, juga menjadi perhatian utama.
“Dengan komitmen bersama, diharapkan Bangka Belitung yang lebih sejahtera dapat terwujud,” ujar Eddy.
Setelah penandatanganan, tahapan selanjutnya adalah penyampaian Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
Rapat paripurna ditutup dengan harapan bahwa setiap alokasi belanja dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Semoga alokasi belanja ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bangka Belitung,” harapnya. (*)